Pada pertengahan Juni 2025, TikTok resmi memperkenalkan tiga fitur berbasis kecerdasan buatan khusus untuk para pengiklan. Melalui rangkaian alat generatif bernama TikTok Symphony, platform video pendek ini memudahkan pembuatan konten promosi produk dengan cara baru dan efisien. Dengan adanya text-to-video, image-to-video, dan Showcase Products, pengiklan dapat menghasilkan video iklan siap tayang hanya dengan beberapa langkah mudah.

TikTok Symphony sendiri merupakan kumpulan tool kreatif yang mengombinasikan avatar digital, asisten virtual untuk menulis naskah, pengenalan tren, serta voice dubbing. Sebelumnya, kreator iklan sudah bisa memanfaatkan avatar AI untuk tampil sebagai model dan mempresentasikan produk. Kini, tiga fitur baru akan semakin memperluas kemampuan platform untuk mengubah ide menjadi video pendek berdurasi hingga lima menit.
Fitur AI
Fitur pertama adalah text-to-video. Pengiklan hanya perlu memasukkan perintah teks singkat di kolom prompt. AI di TikTok Symphony akan secara otomatis mengubah kata-kata menjadi klip video yang memuat avatar digital. Anda bisa menentukan detail visual, latar, hingga aksi avatar untuk menonjolkan keunggulan produk.
Selanjutnya, image-to-video memanfaatkan gambar produk, mood board, atau aset visual sebagai input. Setelah mengunggah file dan menambahkan teks singkat, AI akan ‘menghidupkan’ foto menjadi video pendek berdurasi hingga lima menit. Metode ini membantu eksplorasi berbagai gaya konten iklan tanpa menghabiskan waktu produksi konvensional.
Fitur ketiga, Showcase Products, menambahkan avatar AI sebagai model untuk memamerkan produk secara realistis. Avatar dapat memegang, mengenakan, atau mempresentasikan produk layaknya model sungguhan. Gabungan ketiga fitur memudahkan pembuatan variasi iklan yang menarik dan profesional.
Pengiklan cukup memasukkan prompt dengan teks atau gambar di TikTok Symphony Creative Studio. Dalam beberapa langkah, video iklan siap dipreview dan diunduh. Proses yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini bisa selesai dalam hitungan menit.
Semua video yang dibuat dengan fitur AI akan diberi label sebagai konten buatan generatif. Langkah ini bertujuan membangun kepercayaan audiens dan transparansi antara pengiklan dan penonton.
Sebelumnya, TikTok Symphony telah menyertakan alat seperti avatar digital, asisten virtual yang membantu menulis skrip, dan fitur voice dubbing. Kini, dengan tiga fitur baru, portofolio AI generatif TikTok semakin lengkap dan siap memacu kreativitas pengiklan.
Ketiga fitur baru akan tersedia di TikTok Symphony Creative Studio dalam beberapa minggu mendatang. Pengiklan disarankan memantau pembaruan aplikasi agar dapat segera mencoba semua kemampuan baru ini.
Para pemasar sering menghadapi tantangan dalam menghasilkan konten yang menarik dan relevan secara konsisten. Dengan fitur AI di TikTok, proses kreatif dapat diotomatisasi tanpa mengorbankan kualitas. Pengiklan tidak perlu menyewa model atau kru produksi besar, cukup memanfaatkan avatar AI dan prompt yang disediakan. Metode ini tidak hanya menghemat biaya produksi, tetapi juga mempercepat pengujian berbagai variasi iklan untuk menemukan yang paling efektif.
Dengan hadirnya fitur ini, pengiklan dapat mempercepat proses pembuatan konten dan menyesuaikan kampanye secara lebih dinamis. Kombinasi alat AI memungkinkan variasi video yang lebih cepat dan personalisasi sesuai target audiens.
Integrasi fitur AI ini juga sejalan dengan strategi TikTok yang fokus pada kecerdasan buatan untuk meningkatkan performa platform mereka. TikTok terus menambahkan elemen AI dalam setiap layanannya, mulai dari rekomendasi konten hingga filter kreatif. Kini, pengiklan bisa memanfaatkan teknologi yang sama untuk menyederhanakan alur kerja, meningkatkan engagement, dan mencapai target audiens dengan lebih tepat lagi.
Informasi lengkap soal fitur ai tiktok terbaru bisa Anda temukan di blog kami. Jangan sampai ketinggalan tren kreatif dan strategi pemasaran digital yang kian berkembang. Kunjungi jokerlaptop.id/blog sekarang dan tingkatkan kemampuan iklan Anda dengan solusi AI TikTok terkini!
Sumber: Kompas Tekno



